Line Balancing dalam Industri Manufaktur

Cara Menggunakan Line Balancing dalam Industri Manufaktur

Line balancing adalah strategi produksi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya dalam proses produksi dalam jumlah besar. Mereka membagi tugas ke bagian stasiun kerja tertentu. Setiap stasiun kerja, terdiri dari tahapan yang saling berhubungan. Dalam proses produksi, setiap stasiun kerja terhubung dalam suatu proses atau lini dan lintasan kegiatan produksi.

Singkatnya, line balancing adalah penugasan jumlah pekerja dan mesin yang tepat pada setiap segmen lini perakitan. Gunanya untuk memenuhi target produksi dengan waktu menganggur yang minimal.

Beberapa Manfaat Line Balancing Pada Proses Produksi

  • Membantu mengurangi waktu menganggur stasiun kerja
  • Proses produksi menjadi efisien
  • Membantu membuat jumlah stasiun kerja yang tepat dan tahu jumlah operasi yang harus dimiliki setiap stasiun
  • Meningkatkan tingkat produksi
  • Meningkatkan kualitas barang yang diproduksi
  • Mengurangi pemborosan

Cara Melakukan Line Balancing dalam Industri Manufaktur

Untuk memperoleh ragam manfaat di atas, Anda harus tahu penerapan line balancing yang tepat untuk perusahaan Anda. Lalu bagaimana caranya? Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Mengidentifikasi Tugas Para Pekerja

Dengan memahami tugas para pekerja, perusahaan dapat menentukan ukuran serta standar dari tugas pekerja yang ada. Ini menjadi komponen yang sangat penting dalam menerapkan strategi line balancing.

2. Memperkirakan Waktu Siklus yang dibutuhkan Setiap Stasiun Kerja

Coba lakukan studi waktu untuk tahu berapa durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan tahu waktu siklusnya, Anda juga bisa memperkirakan jumlah total unit yang diproduksi setiap hari pada satu baris atau stasiun.

Ada rumus untuk menghitungnya:

Waktu Siklus = waktu yang tersedia : keluaran yang diinginkan

3. Memberikan Penjelasan Batasan (Constraint) Pada Tahap Pekerjaan

Misalnya, pekerjaan A hanya bisa dikerjakan apabila pekerjaan B telah selesai. Itu artinya, pekerjaan B menjadi batasan pada pekerjaan A. Dengan begini rentetan proses produksi mampu berjalan dengan baik.

4. Menghitung Jumlah Stasiun Kerja

Anda dapat mencapai jumlah workstation (stasiun kerja) yang Anda butuhkan dengan membagi jumlah waktu tugas Anda dengan waktu aktual yang diinginkan. Perhitungan ini akan membantu mencapai tugas distribusi yang seimbang di setiap workstation berdasarkan waktu siklus.

5. Mulai Menetapkan Tugas ke Stasiun Kerja

Langkah berikutnya dengan memulai mengatur ulang tugas dengan cara mengurangi kelebihan kapasitas dan kemacetan produksi. Coba bagi pekerjaan ke operator secara logis dalam satu baris. Dengan strategi ini Anda dapat memaksimalkan penggunaan mesin dan setiap tugas memperoleh waktu sama untuk sinkronisasi dengan stasiun yang lain.

6. Menghitung Efisiensi Line Balancing

Dari sini Anda dapat melihat seberapa efisien stasiun kerja. Untuk melihat efisiensi itu, Anda dapat memakai rumus ini:

Efisiensi = Total Waktu Penyelesaian Produk : (Siklus Waktu x Jumlah Workstation)

Jika kurang memuaskan Anda dapat melakukan perbaikan misalnya dengan meningkatkan waktu mesin, melakukan pelatihan para pekerja yang kurang ahli, atau mengurangi waktu siklus secara signifikan.

Line balancing membutuhkan kerjasama yang baik antara pekerja. Jika ada satu pekerja bermasalah, alurnya akan jadi keteteran. Mereka saling berhubungan, kalau ada tahapan yang tidak bagus, bisa memengaruhi tahapan lain. Pekerja juga harus orang yang ahli.

intacs-CTA
Buka chat
1
Halo, ada yang bisa kami bantu?
Halo, ada yang bisa kami bantu?