Pengembangan Aplikasi Low-Code Enterprise Teknologi Masa Depan

Pengembangan aplikasi low-code enterprise adalah teknologi masa depan

arti pengembangan aplikasi perusahaan bila tidak untuk membuat aplikasi yang berpusat pada bisnis yang membantu perusahaan mendapatkan lebih banyak uang? Meskipun hal tersebut bisa dikatakan sebagai definisi kasar dari sebuah aplikasi namun hal tersebut mempunyai makna yang lebih dalam dalam hal penggunaan, pelayanan pelanggan, servis, dan yang paling penting adalah branding. 

Jadi, apa maksudnya?

Perusahaan membutuhkan pengembangan aplikasi yang cepat, efisien, dan terjangkau untuk memenuhi semua faktor yang disebut sebelumnya. Aplikasi lintas platform seperti Xamarin dan Flutter telah menjadi yang terdepan karena kemampuan mereka mengembangkan aplikasi single-code untuk platform Android, iOS, dan Windows. Ini artinya kode yang digunakan harus disesuaikan meski membutuhkan banyak tenaga. 

 

pengembangan aplikasi low-code

pengembangan aplikasi low-code

 

Mari mempersingkat proses ini selamanya. 

Memasuki pengembangan aplikasi berbasis no-code atau low-code yang membuat software engineering selangkah lebih maju. Aplikasi yang bagus untuk bisnis dan juga pengembang, hal ini sudah mulai banyak dibicarakan di industri. 

Seperti diramalkan oleh Gartner, platform low-code/no-code akan memegang 65% dari seluruh perkembangan aplikasi ditahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pada 2024, aplikasi sepertinya hanya akan dikembangkan dengan sistem yang memudahkan untuk pemrograman. 

Apa itu pengembangan aplikasi low-code/no-code?

Tidak seperti proses pengembangan aplikasi tradisional, pengembangan platform low-code/no-code menggunakan interface visual dengan logika sederhana dan fitur drag-and-drop daripada menggunakan bahasa pengkodean murni. 

Berbeda dengan pengembangan aplikasi tradisional, pengembangan no-code tanpa berbagai kerumitan bisa dilakukan meski bukan profesional. Hasilnya tidak berbeda dengan aplikasi tradisional yang mempersingkat masalah rumit, otomatisasi proses, dan mempercepat transformasi digital. 

Low-code vs pengembangan aplikasi perusahaan tradisional

Pertanyaan yang paling sering muncul antara code vs no-code adalah apakah yang terakhir ini sama bagusnya dengan yang pertama. Ternyata, pengembangan aplikasi usaha tradisional termasuk lebih kokoh dan efektif dari yang kedua pada bagian. Meskipun begitu, berikut ini adalah tabel perbandingan mendetail yang akan membantu anda memilih.

Pengembangan aplikasi tradisional Pengembangan No-code/low-code
Kemampuan Membutuhkan teknisi bersertifikat untuk membuat software kompleks Software rumit bisa dibuat oleh siapapun dengan perangkat kecil yang sudah terhubung dengan platform. Sehingga tidak membutuhkan pengetahuan dasar yang mendalam untuk mengembangkan software.
Kualitas aplikasi Kompleksitas yang lebih maju memicu produksi bugs, penghambat kegunaan Tidak memproduksi bugs, sehingga aplikasi bisa berjalan dengan halus dan lancar.
Biaya Biaya pembuatan bisa sangat mahal mulai dari 40.000 dollar hingga 250.000 dolar. Cocok untuk perusahaan besar yang membutuhkan software khusus, yang mana tidak mungkin dibuat dengan pengembangan no code atau low code. Lebih murah karena perusahaan hanya membayar untuk akses pada layanan khusus saja, tidak untuk pengembangan aplikasi dari awal hingga akhir. 
Pemeliharaan Sangat susah untuk memelihara pengembangan software aplikasi usaha karena pembaharuan dan revisi yang mahal membutuhkan keterlibatan pihak ketiga. Selain itu, prosesnya juga rumit termasuk membuat rencana, uji coba dan desain, yang dilanjut dengan pelatihan pengguna.  Platform low-code adalah aPaas atau platform aplikasi untuk service dan biasanya dijaga oleh perusahaan yang memilikinya, Hal ini cocok untuk perusahaan kecil atau yang tidak memiliki departemen IT karena memberikan mereka keuntungan dari software yang dijaga dengan baik tanpa membayar pada pihak ketiga. 
Kecepatan Program ini mempunyai konfigurasi sistem yang rumit, yang mana membuatnya kurang cepat. Lalu software juga membutuhkan banyak waktu untuk dipelajari dan mengoperasikannya dengan akurat.  Dilengkapi dengan fitur drag and drop, Hanya dengan menggambar metode bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi.

 

Mengapa memilih pengembangan aplikasi usaha low-code/no-code – Keuntungannya

Masa depan perkembangan aplikasi adalah masalah performa kecepatan dan efisiensi. Tidak ada ruang sama sekali untuk keterlambatan karena hal tersebut berarti tertinggal dari kompetisi, yang menyebabkan kerugian senilai miliaran. Menghubungkan jarak antara jumlah lulusan software dan kebutuhan (seperti yang disebut diatas) hanyalah permintaan waktu, yang mana pengembangan masyarakat itu penting. 

Keuntungan dari pengembangan aplikasi usaha low-code atau no-code layak untuk diperbincangkan disini:

  • Waktu pemasaran lebih cepat: mempunyai pengembang visual yang kaya intuisi, potongan kode instan, laporan dan bentuk template, pengembang tidak perlu bekerja dari awal. Selain itu, penghubung yang sudah terpasang membantu peluncuran aplikasi baru lebih cepat. Cara ini sangat hemat waktu dan pengembang bisa membuat desain aplikasi lebih cepat. 
  • Mengurangi biaya : karena program low-code bisa dibuat oleh non profesional juga, perusahaan tidak perlu berinvestasi atau menunggu untuk pengembang profesional bersertifikat yang mana membutuhkan banyak biaya. Cara ini membantu memotong anggaran IT sambil meminimalisasi penggunaan sumber daya mahal. 
  • Pengalaman pelanggan yang lebih baik: industri tumbuh karena adanya pengalaman pelanggan, yang mana meminta dan terhubung dengan dinamik pengalaman mereka. Memenuhi kebutuhan mereka dalam waktu yang paling singkat dengan aplikasi yang efisien dan terpercaya sangatlah penting untuk saat seperti ini. Tidak ada pengembang yang ragu akan hal ini. 
  • Keamanan yang kuat: pengembangan low-code mempunyai fitur penting seperti menu admin, penghubung penilaian, dan akses kontrol. Hal ini mempermudah monitoring yang mudah dan menyeluruh serta sistem konfigurasi. 
  • Bisnis spontan dan kolaborasi IT: bisnis harus memberikan respon pada permintaan pasar secara tepat dan cepat. Rentang pelayanan IT bisa mengancam laju operasi yang lancar dan juga bisnis. Dengan kesempatan pengembangan low-code, tekanan pada tim IT bisa berkurang dan membuat mereka lebih fokus mengatasi isu pusat operasi yang lebih penting. 
  • Meningkatkan prospek transformasi digital: transformasi digital itu sangat menyita waktu dan menarik. Namun hal tersebut sangat penting untuk lingkungan bisnis modern karena turut membantu bisnis bisa mengikuti lingkungan bisnis yang terus berkembang. Platform low-code BPM menyuguhkan teknologi pusat untuk organisasi yang sedang menjalani transformasi digital, membantu mempercepat siklus transformasi, inovatif, dan beradaptasi dengan cepat. 
  • Akses lintas platform: pengembangan no-kode menghilangkan semua keraguan tentang adaptasi lintas platform yang juga berarti separuh dari biaya dan waktu. Kompatibilitas lintas alat adalah salah satu fitur yang paling penting dari pengembangan low-code, dimana hal tersebut membuatnya populer diantara perusahaan. Terlepas dari memberikan kemudahan untuk digunakan platform low-code pada sistem operasional besar di berbagai gawai, pendekatan pengembangan aplikasi ini memungkinkan operasional aplikasi pada semua kode platform dan gawai. 
  • Monitoring dan pelaporan mudah: pengembangan aplikasi low-code ini dilengkapi dengan monitor laju dan proses untuk melacak performanya. Mereka juga dilengkapi dengan operasional analitis dan pelacak performa dari aplikasi lain. 
  • Manajemen siklus aplikasi: pengembangan low-code dilengkapi dengan alat otomatis untuk membangun, memperbaiki, dan debug tes aplikasi, tampilan, dan produksi. 

Bekerja dengan Pengembangan Low-Code

Bahkan ketika anda bekerja dengan Spring Boot, .NET MVC, atau Ruby on Rails, pengembang harus melalui beberapa langkah berikut ini bagaimanapun juga:

  1. Menentukan persyaratan
  2. Perencanaan dan desain arsitektur
  3. Menyeleksi framework back-end, pustaka, penyimpanan data, dan APIs pihak ketiga.
  4. Menyeleksi framework front-end
  5. Memilih tumpukan penyebaran, memasang CI, dan membuat rencana operasi
  6. Membuat wireframes dan prototype
  7. Pengkodean tangan antarmuka pengguna (UI) pada framework JavaScript yang dipilih
  8. Menulis sekumpulan uji coba kegagalan
  9. Menentukan model dan menghubungkannya dengan penyimpanan data
  10. Menentukan dan mengkode logika bisnis
  11. Menciptakan pandangan untuk menyediakan dan menerima data JSON dari dank e front-end
  12. Mengimplementasikan laju kerja dan UI
  13. Mengintegrasi APIs pihak ketiga menggunakan perpustakaan yang mendukung atau menyiarkan antarmuka
  14. Mengulangi proses  hingga uji coba terpenuhi
  15. Uji coba selesai untuk keamanan, kualitas, performa, dan penerimaan pengguna
  16. Penyebaran, menambal, mengawasi, dan pembaharuan aplikasi

Bagaimanapun juga, langkah-langkah tersebut bisa dipersingkat hingga setengahnya menggunakan pendekatan pengembangan low-code, yang artinya pengembang bisa membuat aplikasi hanya dengan 7 langkah saja, yaitu:

  • Menentukan persyaratan
  • Menentukan API pihak ketiga
  • Menggambar laju kerja aplikasi, data model, dan antar muka pengguna dengan visual IDE
  • Menghubungkan APIs dengan kemampuan penemuan otomatis
  • Jika perlu, menambahkan pengkodean tangan pada front-end atau menyesuaikan otomatisasi pertanyaan SQL yang dihasilkan
  • Uji coba
  • Penyebaran dan pemeliharaan dengan satu klik

Kelemahan dari Pengembangan Low-Code

Proses pengembangan aplikasi usaha dengan pendekatan low/no-code mempunyai keuntungan yang tidak bisa disepelekan untuk jangka panjang, tapi juga mempunyai kelemahan yang harus disoroti. Ketika ada persyaratan untuk penskalaan, integrasi, dan performa untuk kondisi ekstrim seperti tekanan dari hari diskon, pengembangan low-code tidak berfungsi dengan baik. Seperti yang sudah disorot, aplikasi yang rumit membutuhkan keahlian yang tidak dimiliki oleh aplikasi low-code/no-code. 

Selain itu kelemahan yang juga harus diperhatikan adalah pengembangan low-code membutuhkan banyak usaha untuk otomatisasi. Tambahan lagi, aplikasi tersebut mempunyai jangkauan terbatas untuk penskalaan kecuali aplikasi sudah diperhitungkan dengan matang. Keterbatasan tidak berakhir sampai disini. Ketika ada kebutuhan untuk aplikasi kompleks, pengembangan aplikasi low-code/no-code seringkali gagal. 

Integrasi terbatas : Pengembangan low-code/no-code mengacu pada masalah integrasi dengan sebagian besar sistem in-house dan layanan pihak ketiga. 

Low-code/no-code bisa mengubah bisnis pada cara yang salah: Pengembangan aplikasi khusus cocok untuk anda yang membutuhkan penyesuaian untuk bisnis anda. Namun, pengembangan aplikasi low code tanpa kemampuan penyesuaian akan memaksa bisnis untuk mengubah tujuan berdasarkan spesifikasinya. Hal ini menyebabkan kegagalan untuk tujuan pengembangan aplikasi untuk pertumbuhan bisnis. 

Rentan:  Pengembang aplikasi non teknis bisa menciptakan lubang keamanan yang serius yang bahkan mereka tidak ketahui. Hal ini membuka kesempatan untuk permainan peretas yang bisa dengan mudah mengambil data sensitif dari perusahaan. 

Pengalaman antarmuka yang buruk: Pengguna akhir menyukai tampilan yang disesuaikan, dimana hal ini tidak mungkin dibuat dengan pengembangan aplikasi low-code/no-code. Aplikasi ini mempunyai template yang paten, widget pustaka, dan komponen antarmuka  yang membuat aplikasi mungkin tidak berjalan dengan cepat namun unik. Hal ini mungkin tidak bisa diterima oleh banyak organisasi yang mencari aplikasi untuk menghasilkan uang. 

Apakah Pengembangan Aplikasi Penyesuaian Menjadi Pilihan yang Tepat?

Pengembangan aplikasi low-code/no-code mungkin mempunyai keunggulan yang tidak terbantahkan namun pengembangan khusus tetap menjadi yang unggul. Yang terakhir, faktanya, masih dan akan terus bertahan sebagai pilihan utama perusahaan karena hasil yang unik untuk menentukan pipa pertumbuhan perusahaan. 

Aplikasi yang disesuaikan akan terus menguasai domainnya dan membutuhkan pemikiran yang open-ended. Beberapa masalah bisnis mempunyai resolusi dengan proses yang tidak terstruktur yang merupakan kemungkinan terbaik bila pengembangan aplikasi mengikuti metode tradisional. Pengembangan low-code/no-code gagal memenuhi tujuan ketika data tidak terstruktur atau operasional harus diluruskan. 

Serupa, pengembangan aplikasi low-code/no-code tidak cocok untuk aplikasi yang membutuhkan level interaktivitas yang tinggi. Intra Operasional dan interaktivitas menjadi penentu teknik modern, pengembangan aplikasi tradisional menjadi yang disukai diantara perusahaan. Hal ini mempunyai jumlah yang tidak pasti untuk fungsionalitas, tidak seperti alternatif low-no-code. 

Untuk hal tersebut agar terjadi, anda membutuhkan ahli yang mengetahui rahasia untuk membuat aplikasi khusus yang unik untuk perusahaan anda. Para ahli ini dengan pengalaman dan pengetahuan mengetahui untuk:

  • Pembaharuan aplikasi usaha dan konsumen dengan cepat
  • Ketergantungan analisis dan debugging otomatis
  • Performa paket aplikasi seluler
  • Menyesuaikan aplikasi untuk mengakomodasi atau meningkatkan dengan teknologi yang baru. 
  • Mengurangi kemungkinan tebakan dan tugas berulang selama pengembangan dan pengiriman
  • Mengecek ratusan titik perubahan serupa. 

 

Source : https://dzone.com/articles/low-code-enterprise-application-development-the-fu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comment

Name

Email

Url


×

Hello!

Ada yang bisa dibantu ? Yuk chat via WhatsApp

× Ada yang bisa dibantu ? Chat via WA