Pengertian Work Order

Seberapa Penting Work Order Pada Perusahaan Manufaktur?

Bukan cuma penting untuk perusahaan manufaktur, di perusahaan jasa dan layanan, work order juga sangat penting. Ini ada kaitannya dengan perintah kerja, ruang lingkup pekerjaan, serta tanggung jawab yang diemban para pekerja. Kita akan kebingungan mau melakukan pekerjaan apa kalau tidak tahu perintahnya. Selain itu menghindari penyelewengan kekuasaan oleh pegawai yang tingkatnya lebih tinggi.

Perintah kerja harus dibuat resmi oleh perusahaan. Pekerja harus juga tahu apa saja tugasnya, memutuskan untuk setuju atau tidak di bawah beban-beban pekerjaan itu. Untuk itu, Anda harus lebih memahami apa itu work order, terlebih jika Anda adalah pemilik perusahaan tersebut.

Baca Juga : Overall Equipment Effectiveness atau OEE Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Perhitungannya

Pengertian Work Order

Work order adalah suatu perintah yang diberikan oleh pihak yang mengelola suatu organisasi atau perusahaan kepada karyawan atau bagian tertentu dalam organisasi tersebut untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Work order biasanya berisi informasi tentang apa yang harus dilakukan, siapa yang bertanggung jawab untuk melakukannya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Work order biasanya dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh pihak yang memberikan perintah untuk menjamin bahwa perintah tersebut telah diterima dan akan dilaksanakan. Work order sering digunakan dalam berbagai bidang, seperti konstruksi, pemeliharaan, dan produksi. Ketika work order dilakukan dengan baik, akan memungkinkan Anda menangkap informasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan seefisien mungkin.

Work Order Pada Perusahaan Manufaktur

Lihatlah daftar urutan aktivasi manufaktur berikut:

  1. Dimulai dengan menentukan standar barang
  2. Biaya standar biaya produksi
  3. Membuat formulir produk
  4. Mulai membuat work order
  5. Material release atau membuat pengeluaran bahan baku
  6. Membuat produk dan bahan baku keluaran
  7. Membukukan biaya konversi
  8. Lalu melakukan period end atau proses akhir periode

Melihat data di atas, kita mengetahui bahwa work order dibuat setelah kita tahu harga barang produksi dan biaya produksinya. Hal itu jelas karena work order adalah perintah kerja setelah semua perhitungan biaya ditentukan.

Memahami Elemen-Elemen dalam Work Order

Supaya Anda lebih paham mengenai work order, Anda perlu mengenal elemen-elemen yang ada pada formulir work order sebagai berikut:

Bagian Informasi kerja

  1. WO No.: yaitu nomor urut formulir work order atau perintah kerja
  2. Start Date: tanggal dimulainya produksi
  3. Expected Date: perkiraan tanggal proses produksi selesai
  4. Person in Charge: orang yang bertanggung jawab dengan proses produksi
  5. Departemen: siapa departemen yang bertanggung jawab dengan proses produksi
  6. Description: penjelasan singkat mengenai perintah kerja yang dibuat

Bagian Detail

  1. Description: deskripsi bill of material atau formula produk yang akan diproduksi
  2. Item No.: nomor kode produk yang akan diproduksi
  3. Quantity: kuantitas atau jumlah produk yang harus diproduksi
  4. Unit: nilai satuan produk yang harus diproduksi
  5. Total Cost: total biaya produk
  6. SO. No.: nomor sales order atau pesanan penjualan. Hanya berlaku jika perintah kerja berdasarkan pesanan penjualan
  7. Finished: persentase pesanan produk yang selesai diproduksi
  8. Closed: status produk. Apabila sudah dibuatkan work order, statusnya akan menjadi closed atau diceklis yang artinya selesai

Demikian penjelasan dan pengertian work order beserta elemen-elemen yang muncul pada dokumen perintah kerja tersebut serta artinya.

intacs-CTA
Buka chat
1
Halo, ada yang bisa kami bantu?
Halo, ada yang bisa kami bantu?